## 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama : Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggungjawab dan Keteladanan.## || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah ## ||

Pembinaan dan Koordinasi Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS se-Kabupaten Boyolali

2019-03-27 15:37:08

Boyolali – Kegiatan Pembinaan dan Koordinasi Penyuluh Agama Islam PNS dan Non PNS se-Kabupaten Boyolali dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Drs. H. Fahrudin, M.Ag. Kegiatan yang dihadiri Kepala Seksi Bimas Islam Drs. H. Tukirin, M.PdI, ditempatkan di Aula Kemenag Boyolali, Rabu (27/03).

Ketua FKPAI Boyolali Zaenal Arifin, S.Ag, melaporkan,“acara Pembinaan ini terselenggara atas kerja bareng Penyuluh Agama Islam Non PNS, sehingga pada kesempatan yang berbahagia ini kita bisa melaksanakan kegiatan ini tanpa halangan suatu apaun, adapun peserta yang hadir 192 orang Penyuluh Non PNS. “Pembinaan ini bertujuan adalah sebagai ajang untuk silaturrahim sekaligus mengadakan evaluasi kegiatan agar kegiatan-kegiatan kami di masa yang akan datang selalu kompak di dalam melaksanakan kegiatan di masyarakat khususnya”, kata Zaenal.

Kepala Seksi Bimas Islam Drs. H. Tukirin, M.PdI. Mengatakan, dengan meningkatnya honor semula lima ratus ribu rupiah menjadi 1 juta rupiah maka seharusnya diikuti dengan prestasi kerja yang meningkat pula dengan hati ikhlas.

Selanjutnya, Pembinaan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Drs. H. Fahrudin, M.Ag. mengatakan, Saya asli kelahiran Simo, istri juga simo, dikaruniani 2 orang anak, rumah yang ditempati sekarang di Sragen, punya usaha Assyifa Konfektion. Perkenalan ini supaya nanti ketika bertemu supaya lebih enak. “ Kita itu adalah pelayan masyarakat, sehingga harus bisa melayani dengan semaksimal yaitu dengan pelayanan Prima, Yassiru wala tu’assiru (Permudahlah jangan dipersulit) masak tanda tangan sulit, naik pangkat sulit, pelayanan lama dll.

5 budaya kerja yang pertama adalah Integritas artinya antara ucapan dengan hati sesuai, jadi penyuluh itu harus jujur mempunyai prinsip yang jelas, berdakwah dengan bijak dalam QS. Al Hajj ayat 23 – 24 Allah SWT berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُدْخِلُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُـؤْلُـؤًا ۗ وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ

"Sungguh, Allah akan memasukkan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Di sana mereka diberi perhiasan gelang-gelang emas dan mutiara, dan pakaian mereka dari sutra."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 23)

وَهُدُوْۤا اِلَى الطَّيِّبِ مِنَ الْقَوْلِ ۚ وَهُدُوْۤا اِلٰى صِرَا طِ الْحَمِيْدِ

"Dan mereka diberi petunjuk kepada ucapan-ucapan yang baik dan diberi petunjuk (pula) kepada jalan (Allah) yang terpuji."

(QS. Al-Hajj 22: Ayat 24)

Moderasi beragama, Penyuluh harus mempunyai sikap Mederat tidak tendensius, karena Indonesia ini terdirri dari berbagai suku, agama, bahasa. Disebut juga Ummatan wasthan / Ummatan wa hidah dalam berdakwah harus menyampaikan secara Universal jangan sampai meyampaikan sesuatu yang khilafiyah atau malah menjadi juri bagi golongan lain apalagi saat ini Bulan politik harus pandai menempatkan diri dalam berdakwah dan jangan memihak salah satu calon atau parpol karena itu tugasnya politisi.

Di Era Milenial ini yang menguasai dunia adalah internet, mau tanya al qur an surat ayat berapa pasti tahu jawabannya, kitab lain injil dll. padahal kita tidak tahu agama google itu apa...? (bahasa humor Ka. Kankemenag Boyolali ini) sontak tertawa para Penyuluh. Sehingga sebagai penyuluh harus bisa mengikuti zaman saat ini memamng seperti ini.

terkait dengan perangkat dan instrumen Penyuluh, apa yang diperuntukkan oleh penyuluh, yaitu penguasaan materi, karena kita akan berhadapan dengan masyarakat yang kemungkinan penguasaan dan pemahaman materi-materi agama khususnya jauh lebih baik, oleh sebab itu penguasaan materi harus diperhatikan betul-betul oleh seorang penyuluh”.

Perangkat dan instrumen yang dibutuhkan seorang penyuluh adalah bagaimana dia mampu memahami materi tersebut sebelum orang lain diberikan pemahaman dari seorang penyuluh, seperti yang tertulis dalam Al Qur’an dan Hadits. Instrumen yang baik untuk mengevaluasi kegiatan yang dimuat dalam laporan secara tertulis oleh para penyuluh, semoga kegiatan pembinaan ini bisa memberikan manfaat kepada para penyuluh,”. (Soerya)