## 5 Nilai Budaya Kerja Kementerian Agama : Integritas, Profesionalitas, Inovatif, Tanggungjawab dan Keteladanan.## || Selamat Datang Di Portal Website Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah ## ||

Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh


Program Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh

2020-12-15 10:31:54

Sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Ibadah Haji tentang Penyelenggara Haji dan Umrah, bahwa penyelenggaraan Ibadah Haji adalah Tugas Nasional.

 

Selanjutnya penanggung jawab dalam pelaksanaan penyelenggara Ibadah Haji, baik di dalam negeri maupun di luar negeri (Arab Saudi) adalah Pemerintah Republik Indonesia yang dalam melaksanakan tugasnya berkoordinasi dan melibatkan berbagai instansi/unit terkait, baik kementerian maupun lembaga non kementerian serta berbagai unsur masyarakat.

Berdasarkan Udang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggara Ibadah Haji pada Bab I Pasal 3 di sebutkan :”Penyelenggaraan Ibadah Haji bertujuan untuk memberi pembinaan, layanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya bagi Jemaah Haji sehingga Jemaah Haji dapat menunaikan ibadahnya sesuai dengan ketentuan ajaran agama Islam.

Secara Khusus disebutkan bahwa Pemerintah berkewajiban melakukan pembinaan, pelayanan,dan perlindungan dengan menyediakan layanan administrasi, bimbingan ibadah haji, akomodasi ,transportasi, pelayanan kesehatan , keamanan, dan hal-hal lain yang diperlukan oleh jemaah haji, Dalam undang undang disebutkan hak jemaah haji adalah memperoleh pembinaan pelayanan, dan perlindungan dalam menjalankan ibadah haji, yang meliputi:

  • Pembimbingan manasik haji dan/atau materi lainnya, baik di tanah air,di perjalanan, maupun di Arab Saudi;
  • Pelayanan akomodasi, konsumsi,transportasi, dan pelayanan kesehatan yang memadai, baik di tanah air, selama di perjalanan , maupun di Arab Saudi;
  • Perlindungan sebagai Warga Negara Indonesia;
  • Penggunaan paspor haji dan dokumen lainnya yang diperlukan untuk pelaksanaan ibadah haji;dan
  • Pemberian kenyamanan transportasi dan pemondokan selama di tanah air, di Arab Saudi, dan sampai kepulangan ke tanah air.2

Atas dasar itulah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  melalui seksi penyelenggara Haji dan Umrah berupaya mengemban amanah dan tugasnya untuk meningkatkan pelayanan yang akan diberikan kepada masyarakat Kab Boyolali, Khususnya Tamu Allah Swt (Dhuyufurrahman), pada pelaksanaan ibadah haji, yang meliputi; pembinaan, pelayanan, dan Perlindungan kepada Jemaah Haji.

Keberhasilan dan Kesuksesan dari semua rangkaian kegiatan Penyelenggara Ibadah Haji, tidak terlepas dari peran pegawai Seksi Penyelanggara Haji dan Umrah dalam menjalankan tugas dan fungsinya,

3.1. Tugas dan Fungsi
Seksi Penyelanggara Haji dan Umrah sebagai pelaksana sebagian tugas dan fungsi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut :

3.1.1 Tugas
Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah mempunyai tugas sebagai berikut:”Merencanakan dan melaksanakan pemberian pembinaan,pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat di bidang penyelenggara haji serta mengawasi,mengevaluasi,dan melaporkan pelaksanaan tugas sesuai dengan kebijakan teknis kepala Kantor Kementerian Agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.1.2 Fungsi

  • Menetapkan dan merumuskan visi,misi,tujuan,sasaran,program,dan rencana Kerja Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah
  • Melakukan pembagian tugas, mengerahkan, membimbing dan mengkoordinasi pelaksanaan tugas Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah
  • Melakukan koordinasi dengan unit kerja terkait
  • Melakukan penyelesaian masalah yang timbul di lingkungan Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah
  • Melakukan usaha pengembangan dan peningkatan sistem teknis pelaksanaan tugas sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

3.1.3 Tujuan

  1. Mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah yang optimal.
  2. Mendata calon jamaah yang telah melakukan setoran haji.
  3. Membina para pengurus KBIH agar lebih professional.
  4. Membimbing,melayani,dan melindungi calon jemaah haji dalam melaksanakan haji dan umrah.

3.1.4 Sasaran

  1. Melakukan verifikasi data KBIH dalam proses akreditasi KBIH
  2. Mengadakan pembinaan calon Jamaah haji di Tingkat Kecamatan Kab Boyolali.
  3. Memverifikasi jumlah calon jamaah haji yang akan mendapat bimbingan manasik.

Cara Mencapai Tujuan dan Sasaran
Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah membuat kebijakan dan program.
Kebijakan yang di ambil meliputi:

  • Menyiapkan tenaga yang tepat dan terampil
  • Menyiapkan bimbingan yang berkualitas
  • Menyiapkan tenaga pembimbing manasik haji

Program dan kegiatan yang di buat yaitu:

  • Peningkatan kualitas penyelnggaraan haji dan umrah
  • Mendata calon jemaah haji dan jemaah haji
  • Peningkatan kualitas SDM
  • Peningkatan bimbingan manasik pada KUA dan KBIH

3.2. Aspek Keuangan
Dalam melaksanakan tugas dan fungsi, Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  ditunjang dengan anggaran yang berasal dari DIPA dan BPIH dari Kemenag dan Hibah Transportasi haji dari Pemda Kab.Boyolali. Dari Anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsi Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah. Selanjutnya jika di bandingkan antara harapan dan kenyataan di lapangan anggaran tersebut berdampak positif terhadap efektifitas kinerja Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah.

3.3. Aspek Keberhasilan
Keberhasilan dalam penyelengggaraan ibadah haji di Kabupaten Boyolali  dapat dilihat dari indikasinya yaitu:

  1. Meningkatnya keinginan masyarakat di Kabupaten Boyolali  untuk menunaikan ibadah haji, meskipun kuota jemaah haji terbatas,
  2. Meningkatnya manajemen penyelenggaraan haji yang meliputi: terjangkau oleh masyarakat/calon jemaah haji dan dapat melunasi BPIH;

3.4 Manfaat yang dirasakan oleh masyarakat/calon jemaah haji dalam penyelenggaraan ibadah haji, yaitu:

  1. Meningkatnya keimanan dan keislaman serta kesadaran beragama dalam memahami ajaran Islam yang diwujudkan dengan menunaikan ibadah haji.
  2. Adanya peran serta masyarakat dalam Bimbingan Ibadah Haji yakni; Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH);
  3. Terciptanya situasi yang aman dan kondusif dalam masyarakat Kabupaten Boyolali  , melalui pengamalan nilai-nilai kemabruran haji di tangah-tengah masyarakat yang majemuk,sehingga Program Pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Boyolali  yang bersifat mental dan spitirual dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan bersama;

Dalam setiap periode penyelenggaraan ibadah haji, hampir selalu ditemukan kekurangan.Meskipun persiapan dan perencanaan sudah cukup matang, masalah dan hambatan selalu muncul.Sebagaimana pepatah populer mengatakan,tiada gading yang tak retak.Namun demikian,sering dengan komitmen Kementerian Agama RI untuk memperbaiki kinerja demi kepuasan jemaah, petugas haji pun terus bertekad dan berusaha meningkatkan pelayanannya.4

Setidak-tidaknya, ada tiga acuan kriteria utama untuk mengukur sukses tidaknya sebuah pelayanan. Hal itu tentu ada kaitannya dengan sertifikat ISO 9000;2001. pertama 'professional. Kedua mengacu pada Standar Operasional Prosedur ( SOP ) yang telah ditetapkan. Ketiga berorientasi pada kepentingan dan kebutuhan masyarakat, khususnya jemaah haji.

Bertugas dalam pelayanan haji tidak lain dari beribadah dan menjalankan amanah. Dalam kondisi lain, yang diperlukan bagi seseorang petugas haji bukan hanya sekedar penguasaan terhadap tugas dan fungsi di lapangan, tetapi juga komitmen dan kesadaran untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada umat.

Sikap dan Budaya Pelayanan
Pada hakikatnya hampir tidak ada budaya suatu organisasi sesuai dengan budaya kerja yang universal, tiap organisasi punya ciri spesifik sendiri-sendiri. Model digunakan sebagai acuan, sedangkan penerapannya diperlukan adaptasi bahkan dapat terjadi kombinasi beberapa model budaya. Pelayanan Penyelenggaraan Haji dan Umrah dikaitkan dengan budaya organisasi adalah bagian dari upaya bagaimana pelayanan itu dapat menjadi sebuah benteng atau symbol resmi dan paten dari penyelenggaraan Negara dalam hal ini Kementerian Agama. Budaya kerja memang sulit diukur tapi biasa dirasakan,budaya kerja dapat dikembangkan melalui bentuk kekeluargaan.Bentuk ini adalah kombinasi antara pendekatan manusia dengan pendekatan hierarkhis .yakni hubungan atasan dan bawahan seperti orang tua dan anak yang merupakan kombinasi antara hubungan personal dengan birokratis.

Dari pemaparan di atas dapat diasumsikan bahwa budaya organisai dalam sebuah pelayanan dapat ditingkatkan apabila kesadaran menjunjung tinggi pentingnya sebuah performance service dapat dijalankan dan konflik kepentingan dapat dihindarkan. Dengan demikian, pelayanan penyelenggaraan haji dan umrah dapat dijalankan sebagaimana yang diharapkan.

3.4. Bimbingan Manasik Haji
Ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang menjadi dambaan setiap muslim untuk melaksanakan kewajibannya bagi yang telah memenuhi persyaratan mampu atau istitha’ah, baik secara fisik, materi, terlebih lagi mampu dalam pelaksanaan manasik haji.

Penyelenggaraan haji bertujuan untuk memberikan bimbingan, pelayanan, dan perlindungan yang sebaik-baiknya melalui sistem dan manajemen penyelenggaraan yang baik agar pelaksanaan ibadah haji dapat berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan nyaman sesuai dengan tuntutan agama serta jamaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara mandiri sehingga diharapkan memperoleh haji yang mabrur.

Bimbingan manasik haji merupakan upaya untuk membekali calon jamaah haji agar dalam melaksanakan ibadah haji, diperoleh keselamatan, kelancaran, ketertiban, dan kesejahteraan calon jamaah haji guna mencapai kesempurnaan ibadah haji untuk memperoleh haji mabrur.

3.5. Pembinaan Pembimbing Manasik Haji pada KUA dan KBIH
Pembinaan terhadap jemaah haji merupakan salah satu tugas utama penyelenggaraan haji yang diatur dalam Undang-undang RI Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji.

Kantor Urusan Agama (KUA) dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) merupakan dua lembaga yang telah diberikan wewenang untuk mengadakan bimbingan terhadap calon jemaah haji.

Dalam pelaksanaan bimbingan terhadap calon jemaah haji tentunya banyak hal yang harus terlebih dahulu diketahui oleh para pembimbing terutama masalah-masalah aktual yang terjadi saat ini sehingga dalam melaksanakan bimbingan kepada calon jemaah haji diharapkan para pembimbing baik pada KUA dan KBIH dapat menjelaskan permasalahan dengan jelas.

Berdasarkan pemikiran tersebut di atas maka Pembinaan Pembimbingan Manasik Haji pada KUA dan KBIH sudah menjadi sebuah keharusan agar dalam pelaksanaannya para pembimbing di KUA dan KBIH terhadap calon jemaah haji menjadi lebih baik. Oleh karena itu, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  mengadakan kegiatan Pembinaan Pembimbingan Manasik Haji pada KUA dan KBIH sebagai upaya dan langkah dalam rangka mewujudkan bimbingan manasik haji yang baik dan mensukseskan penyelenggaraan ibadah haji.

3.6. Pengelolaan Dana Haji
Bimbingan Teknis Penyusunan Laporan Dana Operasional Haji
Dalam bimbingan manasik haji yang diselenggarakan oleh KUA dan Tingkat Kabupaten Boyolali  digunakan anggaran negara penggunaanya diperlukan tata cara penyusunan laporan dana operasional haji agar dalam melaksanakan kegiatan tersebut tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara akuntable dan kredible

3.8. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya
Penyelenggaraan Haji dan Umrah
Pelayanan Operasional dan Pemeliharaan Sistem Komputerisasi Haji Salah satu ketentuan dalam rangka menunaikan ibadah haji adalah pendaftaran haji yang dilakukan oleh calon jamaah ke Kantor Kementerian Agama setelah membuat rekening dan menabung pada Bank Penerima Setoran Haji.

Pendaftaran haji dilakukan dengan mengisi formulir yang selanjutnya data calon jemaah dimasukkan ke dalam Siskohat (Sistem Komputerisasi dan Informasi Haji Terpadu).
Pendaftaran melalui Siskohat pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  merupakan upaya memberikan pelayanan prima terhadap calon jemaah haji agar dapat menunaikan ibadah haji dengan data yang lebih aman.

Selain untuk pendaftaran, Siskohat dapat juga digunakan untuk mengetahui data jamaah haji lainnya yang diperlukan oleh pihak-pihak terkait untuk penyusunan program kerja.

Untuk mewujudkan pelayanan prima dalam pendaftaran haji dan pelayanan terhadap jamaah haji maka Kantor Kementerian Agama Kabupaten Boyolali  membentuk Tim Operasional Siskohat agar pelaksanaan pendaftaran haji dan operasional Siskohat dapat berjalan dengan baik dan lancar.